At the end of the award ceremony, the flag of the International Badminton Federation was handled to Guan Weizhen, Chairman of the Guangzhou Badminton Association, signifying that the 2009 Sudirman Cup will be held in Guangzhou.
On June 16th, over 200 representatives from more than 130 nations and regions attended the meeting of the International Badminton Federation held in Britain's Glasgow region. At the meeting, representatives of the Guangzhou Badminton Association presented the preparatory work for the 11th Sudirman Cup to be held in 2009 and presented a promotional film. They also exchanged experiences with officials from the Glasgow Municipality which hosted this year's Sudirman Cup.
Badminton is popular in Guangzhou and in recent years the city has hosted the World Junior Badminton Championships, the Men's Thomas Cup and Women's Uber Cup. Additionally Guangzhou has hosted the China Open Badminton Championships for 5 successive years. Guangzhou can, therefore, boast professional organizing committees, rich experience and perfect facilities for international tournaments. Officials of the International Badminton Federation gave Guangzhou Municipality an important vote of confidence in holding the 11th Sudirman Cup.
Selengkapnya...
Senin, 18 Mei 2009
2009 Sudirman Cup to be held in Guangzhou
Senin, 11 Mei 2009
HASIL PEMILU 2009
Hasil pemilu 2009..
Nama Partai Peserta PEMILU Jumlah Suara
Partai Demokrat 21703137 21703137
Partai Golongan Karya 15037757 15037757
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 14600091 14600091
Partai Keadilan Sejahtera 8206955 8206955
Partai Amanat Nasional 6254580 6254580
Partai Persatuan Pembangunan 5533214 5533214
Partai Kebangkitan Bangsa 5146122 5146122
Partai Gerakan Indonesia Raya 4646406 4646406
Partai Hati Nurani Rakyat 3922870 3922870
Partai Bulan Bintang 1864752 1864752
Partai Damai Sejahtera 1541592 1541592
Partai Kebangkitan Nasional Ulama. 1527593 1527593
Partai Karya Peduli Bangsa 1461182 1461182
Partai Bintang Reformasi 1264333 1264333
Partai Peduli Rakyat Nasional 1260794 1260794
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 934892 934892
Partai Demokrasi Pembaruan 896660 896660
Partai Barisan Nasional 761086 761086
Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 745625 745625
Partai Demokrasi Kebangsaan 671244 671244
Partai Republika Nusantara 630780 630780
Partai Persatuan Daerah 550581 550581
Partai Patriot 547351 547351
Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia 468696 468696
Partai Kedaulatan 437121 437121
Partai Matahari Bangsa 414750 414750
Partai Pemuda Indonesia 414043 414043
Partai Karya Perjuangan 351440 351440
Partai Pelopor 342914 342914
Partai Kasih Demokrasi Indonesia 324553 324553
Partai Indonesia Sejahtera 320665 320665
Partai Nasional Indonesia Marhanenisme 316752 316752
PARTAI BURUH 265203 265203
Partai Perjuangan Indonesia Baru 197371 197371
PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA 146779 146779
PARTAI SARIKAT INDONESIA 140551 140551
Partai Penegak Demokrasi Indonesia 137727 137727
PARTAI MERDEKA 111623 111623
Selengkapnya...

Pilpres 2009 Masih SBY Vs Mega
KOMPAS/ANTON WISNU NUGROHO
Enam foto Presiden Republik Indonesia dipasang berurutan, mulai dari Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ruang jumpa pers Kantor Presiden, Jakarta, sejak setahun lalu. Ada kerinduan besar dari masyarakat untuk melihat bersatunya seluruh pemimpin bangsa guna bersama-sama berpikir meningkatkan kesejahteraan rakyat.
JAKARTA, JUMAT - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan bertarung sengit menuju final di Pilpres 2009 mendatang.
Hal ini diungkap Direktur Lembaga Kajian dan Survey Nusantara (Laksnu) Joko Waskito, Jumat (18/7). Ia mengaku sedang melakukan survei di 33 provinsi yang kini tinggal tahap akhir untuk dipublikasikan secara resmi kepada publik untuk diketahui besaran persentasenya.
"Peluang capres selain Megawati dan SBY dari data sementara yang sudah dikumpulkan untuk Pilpres 2009 nanti masih sangat berat. Laksnu kini sedang melakukan survei di 33 provinsi untuk mengetahui keinginan masyarakat terhadap capres-cawapres saat ini. Memang hasilnya belum rampung, tapi kecenderungan publik memilih figur Megawati,” kata Joko Waskito.
Ada beberapa alasan munculnya nama Megawati yang berdasar hasil lembaga survei lainnya kini sudah berada di atas SBY. Permasalahan ekonomi di era pemerintahan SBY-JK menjadi faktor utamanya. Publik menganggap perekonomian sekarang ini cenderung makin tidak membaik.
"Di pemerintahan SBY kesulitan ekonomi semakin menggila yang cenderung membuat rakyat tidak puas. Alasan lain soal pendidikan yang makin memberatkan. Alasan selanjutnya dianggap tak mampu menekan kemiskinan," katanya.
Masyarakat juga cenderung memberikan penilaian duet pemerintahan SBY-JK tidak berpihak pada rakyat meski dari sisi pemberantasan korupsi berjalan, namun tidak terlalu memuaskan. "Publik masih menangkap kesan masih menerapkan pemberantasan tebang pilih. Penyelesaian hukum saat ini dianggap belum mampu mengatasi kejahatan mahabesar, salah satunya adalah korupsi BLB dan korporasi asing,” kata Joko.
Meski popularitas turun, tapi SBY masih memiliki peluang. Merangkul kalangan muda adalah salah satu cara yang dianggap mujarab untuk mendapatkan simpati publik, terutama kalangan pemilih muda.
"Merangkul tokoh-tokoh muda partai yang berbasis kepemudaan yang bersentuhan dengan pemilih pemula dan memiliki semangat tinggi. Ada Partai Matahari Bangsa (PMB) ada pula Partai Pemuda Indonesia (PPI) serta beberapa parpol lainnya yang mengusung kepemudaan. Kalau berhasil, maka pertarungan dengan Megawati akan makin menarik," kata Joko.
Sementara itu, terkait peta partai politik jelang 2009 ada kecenderungan terjadinya perubahan peta parpol di masyarakat. PDI Perjuangan sama dengan hasil lembaga survei lainnya memang menaik popularitasnya. Sementara itu, Golkar cenderung menurun. Partai lain yang diyakini juga akan banyak dipilih masyarakat nantinya adalah PKS serta PPP. Begitu pula dengan Partai Demokrat.
PAN, PBB, serta partai menengah lainnya cenderung stagnan. Kemudian, bila publik ditanya mana partai baru yang akan dipilih dalam pemilu mendatang, maka muncul beberapa nama. Partai Hanura pimpinan Wiranto. Selanjutnya, PPI, PMB, PDP, dan PKNU. PKNU terkena imbas dari konflik yang masih terjadi di internal PKB saat ini.
"Sudah terjadi pergeseran persepsi masyarakat di mana partai ideologis mulai menurun popularitasnya, bergeser pada partai yang berbuat nyata untuk kepentingan masyarakat. Janji-janji politik sekarang sudah tidak laku lagi karena masyarakat cenderung memilih partai yang sudah teruji berbuat untuk rakyat,” kata Joko Waskito. (Persda Network/Yat)
Selengkapnya...

